Bakat Kamu Apa?

Masalah bakat terkadang dijadikan argument bagi seseorang untuk menutupi kelemahan dirinya. Ketika ditanya, “mengapa tidak melakukan itu?” jawaban yang diberikan “saya tidak mampu, saya tidak berbakat” dan lain sebagainya. Sehingga yang terjadi adalah kita sering mengubur potensi yang sebetulnya kita miliki.
“waduh saya kan tidak bakat..!” loh bakat itukan bisa dilatih.

“waduh….sepertinya betul-betul mentok, buntu. Rasanya memang tidak sanggup. Jangan berkata seperti itu! Dicoba dulu, siapa tahu bakat kita disitu!
Sudah! Nyerah dech! Ya, kalau udah nyerahudah, harus gimana lagi? Tapi tak usah berkecil hati loch!

Mungkin bakat dan potensi kita memang bukan disitu. Caba cari yang lain. Aktivitas bermamfaat yang akan mngisi waktu luang kita yang kita miliki. Thomas alva Edison pernah berkata: “kesuksesan itu 1% intelegensi dan 99% tetesan keringat setelsah menglami kegagalan ribuan kali pada percobaan.
Itu artinya, bakat yang kita miliki tampa diimbangi oleh kemauan untuk mengubah keadaan diri, niscaya tidak akan banyak berarti.
Selamat mencoba……….!!!

{ 0 Comment... Skip ke Box Comments }

 

NETWORKEDBLOGS

MITRA LINK

WIDGEO

    blog-jasri.blogspot.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor

TUKAR LINK

SAHABAT

al-Ilmu Naafi' © 2012 | Template By Jasriman Sukri