Kontradiksi Seputar Hadist

Fatwa berikut disalin dari buku "Memahami ayat-ayat dan hadist-hadist kontadiksi", Lajnah Ad-Daimah li Buhuts Al-Ilmiyah wa Al-Ifta', Darul Falah, cetakan pertama. 

Pertanyaan : "Barangsiapa yang membuat sunnah yang baik maka dia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengerjakannya hingga hari kiamat". Apakah ini hadist ? Jika ini hadist, apakah Rasulullah pernah meninggalkan sesuatu untuk seseorang hingga dengannya dia membuat sunnah dalam Islam ? Tolong jelaskan masalah ini secara detail. 

Jawaban: Ini adalah hadist shahih dan hadist ini menunjukkan atas disyariatkannya menghidupkan sunnah dan anjuran agar mendakwahkannya serta peringatan agar berhati-hati dari bid'ah dan kejahatan. Karena rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa membuat sunnah yang baik dalam Islam, maka dia akan mendapatkan pahalanya sendiri dan pahala orang yang melakukannya sesudahnya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka dan barangsiapa membuat sunnah yang buruk dalam Islam, maka dia akan mendapatkan dosanya sendiri dan dosa orang yang melakukan sesudahnya, tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa mereka" (Ditakhrij oleh Muslim dalam Shahih-nya). 

Senada dengan hadist ini, Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda: "Barangsiapa menyeru kepada petunjuk maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka dia dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikit pun dosa-dosa mereka. Barangsiapa membuat sunnah yang tercela maka dia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang yang mengerjakan sesudahnya tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka" (Ditakhrij oleh Muslim dalam Shahih-nya). Dalam hadist lain Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda: "Barangsiapa menyeru kepada petunjuk maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka dia dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka" 

Begitu juga hadist Abu Mas'ud Al-Anshari Radhiyallahu Anhu, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala pelakunya" (Ditakhrij oleh Muslim dalam Shahih-nya). Makna "membuat sunnah dalam Islam" adalah menghidupkan sunnah, menunjukkan dan menampakkannya yang sebelumnya disembunyikan manusia, lalu dia menyeru kepadanya, menampakkannya dan menjelaskannya, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang mengikutinya. Maknanya bukan membuat bid'ah dalam agama, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang dari bid'ah dan berkata, "Setiap bid'ah adalah sesat." Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam saling membenarkan antara satu dengan yang lain, tidak bertentangan antara satu dengan yang lain menurut kesepakatan ahlul ilmi. Maka diketahui dari sini bahwa maksud hadist tsb adalah menghidupkan sunnah dan menampakkannya. 

Misalnya, ada seorang alim tinggal di suatu tempat yang tidak ada di dalamnya pengajaran Al-Qur'an atau pengajaran Sunnah Nabi, maka dia menghidupkan sunnah ini dengan mendirikan majelis taklim untuk mengajari manusia Al-Qur'an dan As-Sunnah. Atau dia tinggal di suatu negeri yang penduduknya senang mencukur jenggot, lalu dia menyuruh agar memanjangkan jenggot. Dengan begitu dia telah menghidupkan sunnah di negeri yg sebelumnya tidak mengetahuinya shg dia mendapatkan pahala sperti pahala orang yang mendapatkan petunjuk karenanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Potonglah kumis, panjangkan jenggot dan berbedalah dengan orang-orang musyrik" (Disepakati keshahihannya dari hadist Ibnu Umar). Ketika manusia melihat orang alim itu memanjangkan jenggot dan menyeru manusia agar mereka melakukannya dan mereka mengikutinya, berarti dia telah menghidupkan sunnah, yaitu sunnah yang wajib yang tidak boleh ditinggalkan, karena melaksanakan hadist yang telah disebutkan di atas dan hadist-hadist lain yang semakna dengannya. Maka dia mendapatkan pahala seperti pahal mereka. Atau seorang alim yang tinggal di suatu tempat yang tidak mengetahui kewajiban shalat Jum'at shg mereka tidak pernah melaksanakannya. Lalu dia mengajari mereka shalat dan shalat Jum'at bersama mereka, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala mereka. 

Begitu juga dalam negeri yang tidak mengetahui shalat witir, lalu dia mengajari mereka tentang shalat witir dan mereka mengikutinya, maka dia mendapatkan pahala seperti yang mereka dapatkan. Masih banyak lagi ibadah-ibadah dan hukum-hukum agama lainnya, lalu dia membuang kebodohan dari sebagian negeri atau kabilah tsb. Orang yang menghidupkannya di antara mereka dan menyebarluaskannya di antara mereka disebut membuat sunnah yang baik dalam islam, sehingga dengan itu dia termasuk orang yang membuat sunnah yang baik dalam Islam. 

Yang dimaksud dengan membuat bid'ah dalam agama adalah bid'ah yang tidak diizinkan oleh Allah. Semua bid'ah adalah sesat karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda dalam hadist shahih: "Jauhilah perkara yang baru karena sesungguhnya setiap perkara yang baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat". Dalam hadist lain Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal bukan atas perintah kami maka amalan itu ditolak". Dalam lafal lain disebutkan: "Barangsiapa yang membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami ini yang bukan merupakan bagian darinya, maka dia ditolak" (Mutaffaq 'Alaih) Dalam sebuah khutbah Jum'at, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Amma ba'du; sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Sedangkan sejelek-jelek perkara adalah perkara yangbaru dan setiap perkara yang baru (bid'ah) adalah sesat" (Ditakhrij oleh Muslim dalam Shahih-nya). 

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, Majmu' Al-Fatawa, 1, 841-843, bagian kedua artikel Abdullah Ath-Thayyar.

{ 4 Comment... Skip ke Box Comments }

SMK Integral Hidayatullah said...

ilmu ysng bermanfaat, thanks uda berbagi

obat liver said...

izin nyimak dulu

Yoanns Yuana said...

silahkan gan,,

januar surya said...

terima kasih artikelnya. sangat bermanfaat.

bisnis tiket pesawat online mantap cek www.kiostiket.com

 

NETWORKEDBLOGS

MITRA LINK

WIDGEO

    blog-jasri.blogspot.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor

TUKAR LINK

SAHABAT

al-Ilmu Naafi' © 2012 | Template By Jasriman Sukri