WASPADALAH…!!!

Bila ditelusuri, patah hati karena cinta ternyata udah terjadi sejak Habil dan Qabil dijodohkan. Dan setelah itu, entah berapa ribu tragedy terjadi karena patah hati. Hingga kisah Romeo-Juliet melegenda dan diyakini oleh banyak anak muda sebagai perjuangan suci menemukan kesejatian cinta. Tak aneh bila prinsip “lebih baik mati daripada pata hati” menjadi prinsip di rimba cinta modern. NAUZU BILAHI MIN DZALIK.

YAP…, renungan tentang cinta, emang selalu melahirkan kebingungan. Hal itu karena cinta sulit ditebak arah dan belokanya. Dari kejahuan, cinta seperti jalan lurus-lurus saja, mengasyikkan, warna-warni penuh pesona dan menjanjikan masa depan cerah. Tapi, dikilo meter tertentu, mendadak cinta berbelok tajam tampa pemberitahuan. Jadi, RENUNGKANLAH DAN WASPADA…!!!

UDAH AZAN LOCH…

“Sungguh sholat itu adalah fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” QS An-nisa’:4
Apa yang akan kita lakukan kjika mendengar azan berkumandang? Biasa saja, tidak peduli, meneruskan pekerjaan yang masih ada, dengan alasan tanggung? Atau segerah pergi ke sumber suara untuk memenuhi seruannya?

Mendatangi azan dan segera pergi ke masjid merupakan keutamaan yang luar biasa. Oleh karena itu, usahakan untuk hadir di masjid, untuk mendatangi azan jika memang kesempatan memungkinkan.
 
“Andaikata tahu ia manusia apa yang terdapat pada azan dan shaf pertama, kemudian tak ada jalan bagi mereka untuk mendapatkannya kecuali dengan memasang undian, tentulah akan mereka pasangundian itu! Dan jika mereka tahu apa artinya menyegerakan dzuhur, tentulah mereka akan berlomba-lomba buat itu, begitu pun jika mereka mengerti kepentingan sholat isya’ dan subuh. Pastilah akanmereka datangi, walau akan merangkak sekalipun.” (HR bukhori dan Muslim)
Bersegeralah….!!!

TIDUR VS MATI

Ketika tidur, kita pun harus ingat bahwa tidur adalah saudaranya mati. Oleh karena itulah pada saat ingin tidur usahakan kita banyak istigfar.
Kita sering menganggap bahwasanya ketika tidur, kita bisa menjamin bahwa besok kita masih bisa menikmati udara pagi, cahaya matahari, serta kicauan burung. Padahal tiada seorangpun bahkan jin dan malaikat pun tidak bisa menjamin bahwa besok paginya kita masih hidup.

Betapa banyak dan seringnya kejadian disekitar kita, mereka yang hari ini sehat besoknya sudah tiada. Malam masih bercengkrama, besoknya sudah tak bernyawa.
Abu Darda Berkata “barangsiapa yang banyak mengingat kematian, dia sedikit bergembira dan sedikit pula rasa dengkinya.”
Umar Bin Abdul Aziz berkata “seandainya hatiku berhenti mengingat kematian meskipun sekejap, pastilah rusak hatiku ini.”
So, tiada salah dan jeleknya jika kita senantiasa mengingat mati. Mengingat mati bukan berarti harus menjadikan diri kita lemah. Jusru dengan mengingat mati, kita harus lebih bersemangat mnghadapi hidup. Kok bisa? Ya iya lah…..!!!!

Patah Hati

Relung hati yang tertambat pada sang kekasih. Sering membuat gelisah tiada tara. Bayangan dirinya seolah menutup pandangan terhadap yang lain. Mimpi yang setiap malam biasa selalu berganti, sekarang hanya diisi olehnya. Senyum dan kerlingan matanya nampak berulang-ulangseperti rol film yang disambung–sambung dengan gambar itu-itu saja.

Anehnya, tiada rasa bosan, tidak pula menjemukkan. Semakin sering terbayang, semakih menggebu kerinduan untuk bertemu dengannya.
Tapi, bagaiman abila sang kekasih ternyata tidak mencintai? Gubrakkk…. Sang kekasih yang lembut gemulai ternyata kasar. Cinta yang ingin disambut manis malah dilepas bersama kebencian. Kerinduan yang menggebu bertepuk sebelah tangan. Bunga-bunga mekar seketika layu. Hidup cerah berubah hitam pekat. Dunia seolah berhenti. Diantara sadar dan tidak, relung jiwa tersentak. AKU PATAH HATI…!

Muslim Berani Beda

Beda? Boleh kan! mang siapa yang melarang. Berani beda nggak harus jelek loch! Berani beda berarti berani jadi lebih baik dari yang lain. Berani selangkah bahkan beberapa langkah lebih maju dari yang lain. Tak peduli siapapun engkau. Muslim muda atau siapa saja dech yang ngakunya masih bejiwa mudah. Ehm….ehm…
Tidak memandang usia, status sosial, pangkat, jabatan atau kedudukan.

Cos status sosial yang diakui Allah hanya taqwa semata. So, berani beda harus berani nanggung segala konsekuensinya.
Saat yang lain molor, kita uda bangun. Saat yang lain terleha-leha, kita berkarya. Saat yang lain bermalas-malas kita bekerja keras, saat yang lain asyik dengan aktivitas yang sia-sia, kita disibukan oleh segudang karya yang penuh makna. Saat yang lain sibuk memikirkan diri, kita akan sibuk mengukir prestasi.
Tiada kata terlambat untuk sebuah perubahan.
Berani nggak???

MENGAPA HARUS MALU?

Terkadang seseorang tidak melakukan sesuatu, enggan berbuat, lantaran rasa malu yang menderanya. Seakan-akan orang lain hendak menertawaakan apa yang akan dikerjakanya. Padahal hanya perasaan serta prasangkanya semata.

Mengambil sampa di jalan malu, menyebrangkan nenek-nenek di jalan raya, enggan dan gengsi, belajar ngaji diusia remaja malu, pakai jilbab malu, disuruh MC malu, disuruh berpidato di depan umum malu.

Mentang-mentang dirinya ber-jas (maaf ya bai yang sedang ber-jas), mentang-mentang dirinya udah rapih, bersih, lantas tangannya seperti enggan untuk menuntun sang nenek. Seakan kehinaan yang akan ia dapatkan jika ia membantunnya, seakan menurunkan wibawa serta harga dirinya. Maaf ya, kalau ada yang tersingung!!!
 
Sebuah untaian mutiara: “malu berbuat kebaikan adalah kuman. Malu berbuat kejahatan adalah iman.” Rasulullah SAW pun pernah menyatakan bahwa “salah satu perhiasan iman adalah malu.”
Yap….sekali lagi malu adalah perhiasan iman. Namun tentu saja malu yang dimaksud adalah malu yang sesuai pada tempatnya. Misalnya bermaksiat atau melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik. Malu yang demikianlah yang dianjurkan. Kalau malunya bukan pada tempatnya, harus diberantas tas tas! Sampai ludes des des ! istila politisinya sweeping(disapu bersih).

 

NETWORKEDBLOGS

MITRA LINK

WIDGEO

    blog-jasri.blogspot.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor

TUKAR LINK

SAHABAT

al-Ilmu Naafi' © 2012 | Template By Jasriman Sukri