Dia Mengaku Juga

Paijo adalah seorang pesuruh di sebuah SMA swasta yang cukup terkenal. Suatu siang, Paijo melihat kerumunan puluhan murid dan beberapa guru di teras ruangan kelas pelajaran Fisika. Dari suara ributnya, mungkin ada kejadian luar biasa di situ. Paijo semula acuh tak acuh, namun akhirnya ia datang mendekat juga karena salah satu guru yang juga wakil kepala sekolah memanggilnya.

Setelah diusut, ternyata ada seorang siswa yang sehabis pelajaran olah raga menendang bola yang seharusnya dia bawa ke gudang. Sialnya bola tadi mengenai kaca jendela nako sampai hancur berantakan.

Dasar sekolah swasta yang sudah terbiasa berdemokrasi, tidak heran kalau guru-guru di situ memberikan komentar atas kejadian tadi. Lagi pula ini berhubungan dengan kurikulum baru yang berbasis kompetensi (KBK) di mana para siswa diharapkan tidak hanya tahu teori tapi juga harus tahu keadaan nyata dalam situasi apapun. Berikut ini adalah dialog dari beberapa guru yang ada di situ.

Wakil Kepala Sekolah: “Bagaimana pendapat atau komentar bapak-bapak guru tentang kejadian tadi ?”

Guru Fisika: “Gerakan bola tadi merupakan contoh dari gerak balistik atau gerak peluru.”

Guru Kimia: “Massa kaca sebelum dan sesudah pecah sama.”

Guru Matematika: “Lintasan bola tadi pasti merupakan kurva melengkung parabola.”

Wakil Kepala Sekolah: “Bagus sekali komentarnya. Bagaimana menurut pak Sugih?”

Pak Sugih yang guru ekonomi menjawab: “Untuk mengganti kaca yang pecah perlu biaya Rp 100.000 pak.”

Wakil Kepala Sekolah: “Itu tidak masalah, kita bisa minta ke orang tua siswa yang menendang bola tadi. Bagaimana menurut Pak Paijo ?”

Paijo kaget setengah mati karena tidak menyangka kalau akan dimintai pendapat atau komentar. Tapi untuk menjaga gengsi, lagi pula dia pernah ikut nguping waktu guru-guru ditatar KBK, Paijo memberikan komentar menurut disiplin ilmunya.

Paijo: “Kalau ditinjau dari disiplin ilmu saya pak, pecahan kaca tadi… eh… anu… menambah pekerjaan saya tapi tidak menaikkan gaji saya pak!”

Wakil Kepala Sekolah: “Pintar juga pak Paijo, ada musibah malah digunakan kesempatan untuk minta naik gaji.”

Semua Teroris Adalah Muslim, Kecuali 99,6%

Para kaum Islamofobia mempopulerkan klaim bahwa "tidak semua muslim adalah teroris, tetapi (hampir) semua teroris adalah Muslim." Meskipun ide ini menjadi aksiomatik di beberapa kalangan, tetapi sangat sederhana hal itu tidak faktual.

Dalam catatan FBI resmi menunjukkan bahwa hanya 6% dari serangan teroris di wilayah AS 1980-2005 dilakukan oleh ekstremis Islam. Sisanya 94% berasal dari kelompok-kelompok lainnya (42% dari Latin, 24% dari kelompok sayap kiri ekstrim, 7% dari ekstremis Yahudi, 5% dari komunis, dan 16% dari semua kelompok lain).

Data yang dikumpulkan oleh Europol bahkan lebih menguatkan argumen lebih jauh. Europol menerbitkan laporan tahunan berjudul Terorisme Uni Eropa Situasi dan Laporan Trend. Pada website resmi mereka, Anda dapat mengakses laporan dari 2007, 2008, dan 2009.
 

Hasilnya jelas, dan tegas membuktikan bahwa tidak semua teroris adalah Muslim. Bahkan, sebuah 99,6% dari serangan teroris di Eropa dilakukan oleh kelompok-kelompok non-Muslim; dan 84,8%-nya berasal dari kelompok separatis yang sama sekali tidak berhubungan dengan Islam.

Artinya, hanya kasus tertentu yang berhubungan dengan Muslim, itupun karena dengan alasan tertentu misalnya karena penindasan, dan jumlahnya hanya 0,4%.

Perokok Lebih Bodoh dari Non Perokok

Penelitian terbaru menyebutkan, rata-rata perokok memiliki IQ lebih rendah dari non-perokok

Hidayatullah.—Jika Anda masih perokok sebaiknya berhentilah segera. Dalam temuan terbaru sebagaimana dikutip reuters, perokok memiliki IQ lebih rendah dari non-perokok. Temuan juga mendapatkan, semakin banyak seseorang merokok, maka semakin rendah IQ-nya. Demikian sebuah penelitian di lebih dari 20.000 calon tentara Israel.

Penelitian dilakukan pada laki-laki muda yang merokok satu pak rokok sehari atau lebih memiliki nilai IQ 7,5 poin lebih rendah dibandingkan non-perokok, menurut penemuan yang dilakukan oleh Dr Mark Weiser Sheba Medical Center di Tel Hashomer dan rekan-rekannya.

“Remaja dengan nilai IQ yang lebih rendah mungkin ditargetkan untuk program-program yang dirancang untuk mencegah merokok,” seperti yang mereka simpulkan dalam jurnal Addiction.

Meskipun ada bukti hubungan antara merokok dan IQ lebih rendah, banyak penelitian telah mengandalkan tes kecerdasan diberikan dalam masa kanak-kanak, dan juga termasuk orang-orang dengan mental dan masalah perilaku, yang kedua lebih mungkin untuk merokok dan lebih cenderung memiliki IQ rendah, Weiser dan catatan timnya dalam laporan mereka.

Untuk lebih memahami hubungan IQ dengan merokok, peneliti mengamati 20.211 orang dengan usia 18 tahun yang akan direkrut ke dalam tentara Israel. Kelompok ini tidak memasukan orang dengan masalah kesehatan mental yang besar, karena individu seperti ini sudah didiskualifikasi dari dinas militer diawal perekrutan.

Menurut peneliti, 28 persen dari peserta penelitian merokok setidaknya sebatang sehari, sekitar 3 persen mengatakan mereka mantan perokok, dan 68 persen tidak pernah merokok.

Perokok yang telah menjalani tes, secara signifikan memiliki skor lebih rendah daripada non-perokok, dan hal ini dibenarkan oleh para peneliti yang telah memperhitungkan status sosial ekonomi yang diukur dari berapa tahun pendidikan formal yang telah diselesaikan oleh ayah calon-calon tentara Israel ini.

IQ rata-rata non-perokok sekitar 101, sementara itu 94 laki-laki mulai merokok sebelum memasuki militer. IQ terus turun sebagaimana jumlah asap rokok terus meningkat, dari 98 perokok diantaranya satu orang menghabiskan lima batang rokok sehari dan 90 perokok lainnya menghabiskan lebih dari satu bungkus per hari. IQ para perokok ini rata-rata 84-116 dianggap menunjukkan dengan IQ kecerdasan rata-rata.

Calon-calon tentara ini tidak diperbolehkan merokok sambil menjalani tes kecerdasan yang diberikan, para peneliti mencatat, jadi mungkin saja gejala penarikan perokok mungkin mempengaruhi skor.

Peneliti juga membandingkan IQ pada 70 pasang saudara kandung dalam kelompok di mana satu saudara merokok dan yang lain tidak. Sekali lagi, IQ rata-rata untuk non-perokok pada kelompok saudara kandung lebih tinggi dibandingkan dengan perokok.

Temuan menunjukkan bahwa individu dengan IQ lebih rendah cenderung memilih untuk merokok, daripada meninggalkan rokok karena dapat membuat orang kurang cerdas, demikian yang disimpulkan oleh Weiser dan timnya. Masih berkeinginankah Anda untuk tetap merokok? [rtr/pko/www.hidayatullah.com]

Hillary Clinton Tak Mampu Jawab Kritik Pelajar SMU

Pelajar itu juga mengkritik Clinton karena berusaha mengalihkan perhatian dan menghindar menjawab pertanyaan tersebut

Seorang pelajar Arab Saudi hari Ahad (21/2) bertanya kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton. Pelajar itu juga mengkritik Clinton karena berusaha mengalihkan perhatian dan menghindar menjawab pertanyaan tersebut.

Maryam Alawi, seorang pelajar Jeddah, menyatakan bahwa ia tidak mendapatkan yang benar dari Clinton. Dalam surat yang dilayangkannya kepada Arabnews, Maryam menulis, "Pertanyaan saya sangat sederhana dan jelas, namun Clinton sama sekali tidak memberikan jawaban yang memuaskan," ujarnya.

Alawi, adalah pelajar SMU Internasional India di kota Jeddah, Arab Saudi. Bersama enam teman kelasnya, ikut dalam acara di Fakultas Daar al-Hikmah yang juga dihadiri Clinton.

Ia bertanya soal sikap Washington terhadap keberadaan senjata destruksi massal di Timur Tengah.

Pertanyaannya adalah, "jika Amerika Serikat sedemikian menentang program nuklir Iran, mengapa Amerika tidak memaksa Israel memusnahkan senjata nuklirnya?"

Dalam menjawab pertanyaan ini, Clinton memberikan penjelasan panjang lebar dan bahkan sangat detail soal kebijakan Amerika terhadap Iran, namun sama sekali tidak menyebut nama Israel.

"Kita bukan hanya menginginkan dunia yang bebas dari senjata nuklir, melainkan juga Timur Tengah yang bebas dari senjata destruksi massal," kata Clinton.

AFP dari Jeddah melaporkan, dalam surat kepada Arabnews itu, Maryam mengkritik kemunafikan Amerika Serikat (AS) tentang masalah nuklir

"Clinton mengklaim bahwa Amerika di bawah pimpinan Presiden Barack Obama berupaya memulihkan hubungannya dengan dunia Islam dan memperkokohnya. Namun rencana ini tidak akan terwujud tanpa menjawab berbagai pertanyaan yang sudah lama bergejolak di benak opini umum Timur Tengah," jelas Maryam.

Maryam dalam wawancaranya dengan AFP mengaku gugup saat melontarkan pertanyaan politik tajam ini. Namun setelah mengemukakannya, Maryam mendapat aplaus dari para hadirin.

Pekan lalu, Clinton memulai safarinya ke Timur Tengah untuk mengkampanyekan program-program anti-Iran di kawasan. [arbn/irb/www.hidayatullah.com]

Penyebab Munculnya Kudung Gaul

Barat yang notabene Yahudi dan Nasrani, mengidentifikkan pakaian sebagai mode atau trend yang harus merangsang laki-laki. Wanita barat berperinsip keindahan tubuh adalah anugrah, mengapa harus ditupup-tutupi?

Maka jika ditelusuri, mmunculnyakudung gaul ini sebagai infiltrasi atau perembesan budya pakaian barat terhadap generasi mud Islam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini disebabkan beberapa factor.

Pertama, maraknya tayangan TVatau bacaan yang terlalu berkiblat ke Barat. Hal ini lebih diperparah lagi dengan menjamurnya rental–rental VCD yang semakin membawa generasi muda memasuki dunia model ala Barat. Kedua, minimnya pengetahuan anak terhadap nilai-nilai Islam.

Ketiga, kegagalan fungsi keluarga. Munculnya fenomena kudung gaul ini secara tidak langsung mengambarkan kegagalan fungsi sebuah keluarga sebagai control terhadap gerak langkah anak-anak muda. Parahnya, orang tua sendiri cenderung terbawa oleh arus modern. Terbukti kudung gaul ini telah merambah juga pada orang tua dengan dalih ikut mode. Keempat, para perancang busana tidak memahami dengan benar prinsip Islam.
Kelima, munculnya para muallaf dikalangan artis, atau artis yang baru pakai pakai kerudung. Sehingga penggemarnya ikut-ikutan meniru gaya artis tersebut.
Dari lima sebab di atas, dapat disimpulkan bahwa dunia Islam, khususnya di Indonesia, tengah dilanda degradasdi moral yang terjadi secara berkesinambungan. Generasi muda dicekcoki dengan tontonan instant (seks, kekerasan, dan horror). Akibatnya mereka kian permisif dan emosional. Berbagai kekerasan dan seks pun melanda negri ini. Kudung gaul dalam hal ini sebagai imbas dari semua itu.

Sebuah Fenomena Kudung Gaul

Dengan penuh percaya diri, seorng wanita muda berjalan menyusuri trotoar jalan besar di Bandung. Langkahnya gontai dengan ayunan kaki yang diatur sedemikian rupa, layaknya seorang pragawati. Kerudung warna melenium dengan sedikit aksesoris, mlilit hinga lehernya seolah memberikan citra tersendiri sebagai remaja muda masa kini.
Banjunya yang super ketat mempelihatkan lekuk-lekuk tubuhnya. Sesekali pusarnya “terpaksa” ditampakkan mengingat bajunya terlalu kecil.

Celana yang dikenakan pun tak jauh beda, terbuat dari bahan halus. Ini memang sengaja dipakai agr seluruh bagian pinggul, pantat, paha, terbentuk dengn sempurna. Ketika naik angkot terlihat dengan jelas bagian pinggulnya terbuka dan celana dalamnya terlihat lebih tinggi dari celana pangjangnya.
Wanita itu tidak sendirian, di pojok pertokoan, berkerumun segerombol remja lain dengan pakaian yang nyaris sama. Namun bedanya mereka kaos dan celana jeans kett dengan sandal hak tinggi. Fenomena ini tenyata, bukan didominasi oleh kaula muda saja, tapi sebagian ibu-ibu atau tante-tante tak ketinggalan ikut larut mengikuti mode.
Itulah fenomena remaja Islam modern dengan jilbabnya yang khas. Jilbab model seperti ini mereka sebut “kudung gaul, atau gaya selebritis.” Entah siapa yang pertama kali memulai.
Dari cerita di atas, nampak bagaiman seseorang yang berkerudung menjadi pust perhatian dan sasaran mata keranjang. Tentu hal ini akibat adanya pelanggarang yang dilakukan wanita tersebut. Karena jilbab yang sesunguhnya justru menjaga wanita dari godaan laki-laki.
Jilbab berfungsi menjaga nafsu birahi laki-laki yang biasanya bangkit melihat aurat wanita. Tak heran jika jilbab yang sebenarnya menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

 

NETWORKEDBLOGS

MITRA LINK

WIDGEO

    blog-jasri.blogspot.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor

TUKAR LINK

SAHABAT

al-Ilmu Naafi' © 2012 | Template By Jasriman Sukri